Doa Penawar Kesedihan Mendalam & Al-Qur'an Penyejuk Jiwa
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي
Allâhumma innî ‘abduka, ibnu ‘abdika, ibnu amatika, nâshiyatî bi-yadika, mâdhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhâ'uka. As'aluka bikullis-min huwa laka, sammaita bihî nafsaka, au anzaltahû fî kitâbika, au ‘allamtahû ahadam-min khalqika, awis-ta'tsarta bihî fî ‘ilmil-ghaibi ‘indaka, an taj‘alal-qur'âna rabî‘a qalbî, wa nûra shadrî, wa jalâ'a huznî, wa dzahâba hammî.
"Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki dan anak dari hamba-Mu yang perempuan. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu, berlaku padaku hukum-Mu, dan adil atasku takdir-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namai diri-Mu dengannya, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu: jadikanlah Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelenyap kesedihanku, dan penghilang kegundahanku."
Ketuk tombol setelah selesai membaca doa ini.
Lihat silsilah sanad, perawi & syarah Nawawi
Keabsahan Dalil & Takhrij Hadis
HR. Ahmad (No. 3712), HR. Ibnu Hibban (No. 972), HR. Al-Hakim (No. 1877)
Nabi ﷺ bersabda: 'Tidaklah seorang hamba tertimpa kesedihan atau kegundahan lalu mengucapkan doa ini, melainkan Allah akan menghilangkan kesedihannya dan menggantikannya dengan kelapangan.'
"Kata 'rabî'a qalbî' bermakna hujan musim semi yang menyuburkan tanah kering, menggambarkan bagaimana Al-Qur'an menghidupkan kembali hati yang gersang."