Doa Saat Menutup / Memejamkan Kelopak Mata Jenazah
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِفُلَانٍ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّينَ، وَاخْلُفْهُ فِي عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِينَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ
Allâhummaghfir li-fulân (sebut nama) warfa' darajatahû fil-mahdiyyîn, wakhlufhu fî 'aqibihî fil-ghâbirîn, waghfir lanâ wa lahû yâ rabbal-'âlamîn, wafsah lahû fî qabrihî wa nawwir lahû fîh.
"Ya Allah, ampunilah dosa fulan dan tinggikanlah derajatnya di kalangan orang-orang yang mendapat petunjuk, berilah pengganti yang baik bagi keluarga yang ditinggalkannya, ampunilah kami dan dia wahai Tuhan semesta alam, lapangkanlah kuburnya dan limpahkanlah cahaya baginya di dalamnya."
Ketuk tombol setelah selesai membaca doa ini.
Lihat silsilah sanad, perawi & syarah Nawawi
Keabsahan Dalil & Takhrij Hadis
HR. Muslim (No. 920), HR. Abu Dawud (No. 3118), HR. Ahmad (No. 26569)
Malaikat mengamini doa orang-orang yang hadir di samping jenazah; memohon kelapangan kubur dan cahaya abadi.
"Rasulullah ﷺ memejamkan kedua mata jenazah Abu Salamah lalu memanjatkan doa ini seraya mengingatkan bahwa ketika ruh dicabut, pandangan mata mayit mengikutinya."