Doa di Multazam (Antara Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah)
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَكَ وَيُكَافِئُ مَزِيدَكَ، أَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيمُ، بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ... أَنْ تُغْفَرَ لِي ذُنُوبِي وَتُقَضَّى لِي حَاجَاتِي
Allâhumma lakal-hamdu hamdan yuwâfî ni'amaka wa yukâfi'u mazîdak, as'aluka yâ Allâhu yâ Rahmânu yâ Rahîm, bikullis-min huwa lak... an tughfara lî dzunûbî wa tuqadhdhâ lî hâjâtî.
"Ya Allah, bagi-Mu segala pujian yang setara dengan nikmat-nikmat-Mu dan memadai bagi tambahan-Mu. Aku memohon kepada-Mu wahai Allah, wahai Ar-Rahman, wahai Ar-Rahim, dengan setiap nama yang adalah milik-Mu... agar Engkau mengampuni dosa-dosaku dan mengabulkan segala hajat-hajatku."
Ketuk tombol setelah selesai membaca doa ini.
Lihat silsilah sanad, perawi & syarah Nawawi
Keabsahan Dalil & Takhrij Hadis
HR. Ibnu Majah (No. 2957), HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman (No. 4020), Al-Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar Bab Al-Multazam
Multazam adalah tempat paling mustajab di muka bumi karena terletak antara dua lambang tertua agama Ibrahim; di sini dianjurkan mencurahkan seluruh hajat hidup.
"Imam An-Nawawi menegaskan disunnahkan berdoa bebas (tanpa terikat lafazh) di Multazam sesuai hajat masing-masing setelah menyelesaikan thawaf wajib."